#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }

Sabtu, 12 Mei 2012

Pingin tau NLP ane,,, (PROGRAM AUDIT)

Catatan pertama ane di blog baru ane nih...

Tidur,.... jam 1,,,,, begadang... abis desain-desain blog, tp ampe sekarang blon kelar juga,,, yah namanya ajah pemula N belajar sendiri lgi. tapi asyik karena disini ane punya satu misi bwt share mengenai catatn" ane yang postif tentunya melalui blog ane nanti share ya gan blog ane www.catatanpositifku.blogspot.com...
ok.... lanjut ceritanay, tepatnya hari jumat kemarin ane gadang tuh mpe jam 1 padahal besoknya ane udah janji ama temen mau ikut seminar kecil, knp ane sebut seminar kecil soalnya di bilang seminar gede yg dtng cuman dikit padahal tuh menurut ane kalo ikut asyik banget, selain gratissss kita dapet ilmu N kapan lagi di training oleh seorang auditor investigation in TOTAL OIL & MIGAS gratisss gan, cuma di kampus tercinta ane gan UNSOED, soalnya tuh trainer alumnus UNSOED juga, hehheh.... yang katanye tuh gajinya di TOTAL udeh nyampe 15 juta/bln blon tunjangan lain, dan embel" lainnya. wah sapa yang ga tergiur tuh, hemmmm nyam...nyam...nyam...

Nah waktu ane ikut seminar kecil tuh trainer bagi ilmu tentang program NLP (NEURO LINGUISTIK PROGRAM), apaan tuh ane baru denger selama ane kuliah makul audit ga pernah tuh diterangin tentang NLP. dan ternyata ane baru tau teori yang kita dapet di kampus tuh ga cukup bwt modal kerja, intinya perlu praktek....
Lanjut ajah dah kita bahas bareng-bareng mengenai NLP lagian ane juga pingin tau lebih dalem tentang tuh program, lo di ceritain tentang isi seminar kecil dari percakapan tuh trainer ane ga sanggup soalnya ane bukan notulen.... wkwkwkwk

Ane cari dari berbagai sumber tentang NLP, yah.... memanfaatkan teknologi canggih untuk mencari informasi!!
cekidot man....

> ABOUT NLP :


NLP terdiri dari kata “Neuro, Linguistic, dan Programming”, dapat diambil simpulannya (generalisasi)-nya. Neuro mengacu pada peran sel-sel syaraf otak dan fungsinya dalam menerima situmulus (informasi) dari luar. Linguistic, lebih terkait erat dengan peran bahasa sebagai media komunikasi dengan diri sendiri (intra-communication) dan inter-communication. Programming menyangkut soal perilaku yang terpola. Apabila menurut Vygotsky3 bahwa bahasa merupakan mental tool yang berguna untuk mengontruksi pengengetahuan (informasi) dan pengembangan diri, maka NLP (berikut peran bahasa) berarti seperangkat alat untuk mengonstruksi atau memogram pikiran (mental) agar seseorang bisa berkembang dan sukses.
NLP studi yang mempelajari teknik-teknik untuk merealisasikan program pikiran menjadi kenyataan. Atau mind to real (mind to muscle). Program yang kita rencanakan seringkali tidak jalan, tidak menjadi kenyataan. Hal ini karena apa yang kita programkan, apa yang kita pikirkan, belum sepenuhnya dijalankan oleh tubuh kita. Belum ada sinkronisasi antara program dalam pikiran dengan tubuh sebagai pelaksana. NLP mencoba memberikan teknik-teknik agar pikiran dan tubuh terjadi sinkronisasi. Sebab, sepanjang apa yang kita pikirkan belum membodi, belum menjasi badai biokimiawi yang memungkinkan tubuh menjadi siap melaksanakannya, maka apa yang kita pikirkan sulit untuk direalisasikan. Dari sekian definisi, ada satu definisi yang menurut saya cukup representatif untuk mamahami apa itu NLP. Coolingwood (2005) mendefinisikannya “ NLP studies the way people take information from the world, how they describe it to themselves with their senses, filter it with their beliefs and value and act on the result”.
Dari definisi Coolingwood tersebut di atas bahwa NLP merupakan studi tentang: Pertama, bagaimana manusia mengabil informasi dari dunia sekitar melalui interaksi dan stimulus. Hasilnya, yakni sensing melalui apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan diolah oleh cortex dengan neuro-transmiternya, mengubahnya menjadi informasi yang tersimpan di pikiran. Apa yang tercatat dan tersimpan itu disebut representasi internal. Kedua, bagaimana apa yang sudah direprenatasikan itu dapat dipahami oleh dirinya. Tentunya tingkat pemahamananya sangat subjektif --maka disebut subjective experience—sifatnya menurut tingkat pendidikan, kepercayaan/keyakinan,dan nilai-nilai subjektif lainnya. Menurut hemat saya, tidak saja bagaimana apa yang direpresentasikan itu dapat dipahami oleh diri sendir, tetapi bagaimana dapat dipahami oleh orang lain. Di sinilah pentingnya peran kebahasaan (linguistic). Apa yang Anda alami dalam hidup ini tidak cukup untuk dirinya sendiri tetapi akan lebih bermakna bila dikomunikasikan dengan orang lain melalui bahasa. Ketiga, bagaimana hasil dari pemahaman itu. Atau bagaimana apa yang direprensentasikan ke dalam pikiran itu menjadi lebih bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Sebuah pengalaman, sebuah pemahaman subjektif bukanlah berakhir pada pemahaman itu sendiri, melainkan kebermanfaatan bagi dirinya dan orang lain jauh lebih penting. Sebuah pengalaman memasak misalnya kurang bermanfaat bila hanya diimpan dalam pikiran sebagai arsip. Namun apa bila dipraktikkan, take action, akan menjadi lebih bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. NLP sangat peduli dengan “acting on the result”, bukan hanya sekedar memahami dunia di sekilingnya, melainkan bagaimana semua pengalaman yang kita miliki menjadi kekuatan, menuju manusia sukses. Maka tidak heran kalau para ahli NLP menyebut NLP adalah program pikiran menjadi kenyataan, from mind to real. Singkatnya, bagaimana sebuah program pikiran benar-benar mem-body sehingga menjadi perilaku sukses.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar